Hai guys, balik lagi di Cerita Anak Indigo blogspot.
Kali ini, aku ada nambahin segmen baru lagi nih. Selain segmen Belajar Bersama, ada juga segmen Berbagi Cerita. Nah di segmen ini, aku bakal sharing cerita mistis dari sahabatku, teman sahabatku, keluarga dan lain-lain, intinya ceritanya dari orang lain.
Di segmen part pertama ini, aku bakal share cerita dari sahabat aku nih, Namanya Clarissa Vivian, biasanya dipanggil Vivi.
Yuk langsung aja, baca ceritanya.
Pada akhir tahun 2017, Vivi dan kedua orang tuanya berencana untuk liburan di kota Tanjungpinang, provinsi Kepulauan Riau. Mereka berencana untuk liburan selama 4 hari. Disana mereka menginap di sebuah hotel. Di malam pertama, semua tampak normal-normal aja. Kejadian aneh mulai terjadi di malam kedua.
Di malam kedua saat tengah malam, vivi mendengar suara seperti ada yang sedang menggaruk lemari bagian belakang. Awalnya dia menganggap itu adalah seekor tikus. Tapi suaranya terdengar cukup lama dan perlahan suara itu terus bertambah keras. Merasa sedikit kesal, Vivi mencoba untuk mengecek lemari. Vivi adalah cewek yang gak takut tikus tapi takut kecoa 😅 Setelah dicek ternyata gak ada apa-apa. Merasa sedikit takut, Vivi langsung balik ke kasur menutup dirinya dengan selimut dan berusaha untuk tidur. Dia berpikir positif, mungkin cuma imajinasinya saja.
Di malam ketiga, Vivi kembali mengalami gangguan. Tapi kali ini tidak sendirian, ibunya juga mengalami gangguan. Di tengah malam, mereka mendengar suara air di kamar mandi. Vivi mengira mungkin ayahnya lagi ada di kamar mandi.
Sedikit penjelasan, di hotel itu terdapat ruang tamu dan satu kamar tidur. Sedangkan kamar mandinya ada di ujung kamar tidur. Vivi dan ibunya tidur di kamar dan ayahnya tidur di sofa ruang tamu.
Suara air berlangsung kira-kira 30 menit,
"kok lama ya papa di toiletnya ma?" tanya Vivi.
"Ga tau, coba mama cek dulu" jawab mamanya.
Setelah beberapa kali memanggil dan mengetuk pintu toilet, tidak ada jawaban apapun. Hanya suara air yang terus terdengar.
Mamanya menjadi sedikit panik. Mamanya mencoba untuk mendobrak pintu, namun tidak bisa. Mulai panik, vivi juga ikut mendobrak pintu dan berteriak memanggil papanya. Tak lama kemudian, ada suara langkah kaki. Sontak mereka berdua langsung menghadap ke sumber suara. Ternyata ketika pintu kamar terbuka, tampaklah wajah papanya yang masih setengah sadar.
"Kalian ngapain sih? Malam-malam bukannya tidur malah bising" kata papanya.
"Lah kalau papa tadi masih tidur, jadi yang didalam siapa dong?"
tanya Vivi.
Ibu dan anak itu langsung serentak menjauh dari toilet.
"Kalian kenapa?" tapi papanya dengan wajah yang khawatir.
"Ada suara di kamar mandi pa, pintunya gak bisa dibuka" jawab mamanya.
Akhirnya papanya berjalan mendekat kearah kamar mandi dan memutar gagang pintu. Pintunya terbuka begitu saja. Dan keran airnya menyala.
"Apaan sih, bisa dibuka kok. Ngigau kalian?" ayahnya berbicara sambil tersenyum.
Masih sedikit syok, Vivi dan ibunya memutuskan untuk tidur di ruang tamu bersama papa. Keesokan harinya mereka berdiskusi untuk pindah ke kamar hotel lainnya. Namun ternyata semua kamar telah penuh. Ibu Vivi meminta untuk pindah ke hotel lain, namun ayahnya menolak.
"Malam ini kan terakhir, kalau kalian takut, nanti papa tidur di lantai kamar aja temanin kalian" jelas papanya.
Tepat ditengah malam, Vivi terbangun dari tidurnya karena ingin ke toilet. Semua berjalan lancar. Tidak ada gangguan apapun. Namun ketika Vivi baru saja membuka pintu kamar mandi, Vivi melihat ada sebuah bayangan hitam yang melintas dengan cepat di samping kasur. Seketika Vivi langsung merinding. Dia ingin membangunkan mamanya. Tapi akhirnya niatnya diurungkan.
Vivi mencoba untuk tidur, tapi ia tidak bisa. Tiga puluh menit un berlalu, Vivi masih terjaga. Vivi membolak-balikan badannya, ke kiri, ke kanan karena ia tiba-tiba merasa resah. Ditengah keresahan tersebut, ia mendengar ada suara yang samar-samar seperti meminta tolong. Tingkat ketakutan Vivi mulai meningkat. Dia menyelimuti tubuhnya hingga ke kepala dan menutup telinganya.
Pada akhirnya, Vivi pun bisa tertidur.
Keesokan paginya, Vivi dan orangtuanya pun mengemas barangnya dan pergi dari hotel itu.
Sekian cerita kali ini. Untuk ke depannya mungkin aku akan menambah segmen lainnya supaya kalian yang membaca tidak merasa bosan. Sampai jumpa di postingan berikutnya. BYE
Postingan sebelumnya
ELF DAN FAIRY
No comments:
Post a Comment